Mojokerto, [06/11/2025] – Warga Desa Randuharjo, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, dibuat geram dengan kondisi lapangan bola desa yang kini tertutup oleh tanah urukan. Kondisi ini membuat aktivitas olahraga dan kegiatan masyarakat terhenti, memicu tuntutan agar Pemerintah Desa Randuharjo segera bertindak.
Menurut pantauan di lokasi, tumpukan tanah urukan terlihat menutupi sebagian besar area lapangan. Salah seorang warga mengungkapkan kekecewaan mereka atas kondisi ini. “Lapangan ini adalah satu-satunya tempat bagi kami untuk berolahraga dan berkumpul. Sangat disayangkan jika sekarang tidak bisa digunakan, seperti pada peringatan 17 Agustus yang lalu, yang biasanya lapangan itu buat lomba 17an sampai pada lomba jalan santai yang lalu dialihkan ke parkiran,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Randuharjo terkait alasan penutupan lapangan bola dengan tanah urukan ini. Warga berharap agar pemerintah desa segera memberikan penjelasan dan solusi atas permasalahan ini.
“Kami menuntut agar pemerintah desa segera membersihkan lapangan ini dan mengembalikannya seperti semula. Lapangan ini adalah aset desa yang harus dijaga dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi masyarakat Randuharjo. Mereka berharap agar Pemerintah Desa Randuharjo segera mengambil langkah kongkrit untuk mengatasi masalah ini dan mengembalikan fungsi lapangan bola sebagai sarana olahraga dan kegiatan masyarakat. Perkembangan situasi ini akan terus kami pantau dan laporkan. (red)













