MOJOKERTO ~ Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto terkejut dengan dugaan pungutan liar (pungli) berkedok urunan yang terjadi di Puskesmas Dawarblandong. Kepala Dinkes, Dyan Anggrahini Sulistyowati, mengaku tidak tahu menahu soal praktik ini dan berjanji akan mengambil tindakan tegas untuk menindaklanjuti keluhan pegawai.
Menurut laporan, pegawai puskesmas mengeluhkan adanya potongan sebesar 50% dari uang perjalanan dinas mereka.
Uang yang terkumpul setiap bulan diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, yang berasal dari berbagai kegiatan puskesmas seperti program TBC, gizi, imunisasi, dan lainnya.
Pegawai merasa terbebani karena harus menyetor kembali uang yang seharusnya menjadi hak mereka, dan transparansi penggunaan dana tersebut dipertanyakan.
Kepala Puskesmas Dawarblandong, dr. Deny Setiyawan, membantah tuduhan pungli. Ia berdalih bahwa setoran uang dari pegawai adalah inisiatif mereka sendiri untuk acara perpisahan rekan kerja, karena tidak ada anggaran khusus untuk itu.
Namun, bantahan ini tidak meredakan keresahan di kalangan pegawai yang merasa dirugikan. (ri)












