Diduga Kualitas Pondasi JUTT Bantarsari Diragukan, Pemasangan Batu Diduga Abaikan Adukan Kental Pengikat Awal

PEMERINTAH273 Dilihat

CILACAP, Proyek “Lanjutan Pembangunan JUTT Bbs 3 Bantarsari” di bawah Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap terus disorot karena dugaan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Selain temuan penyempitan lebar pondasi dan penggunaan material bekas, kini muncul dugaan kuat bahwa metode pemasangan batu awal tidak menggunakan adukan semen dan pasir yang kental sebagai pengikat, yang berpotensi fatal bagi kekuatan konstruksi. Jum’at 07/11/2025.

Batu Disusun Kering, tanpa di isi adukan semen dan pasir terlebih dahulu.
Hasil peninjauan media di lapangan dan keterangan dari pekerja menunjukkan adanya dugaan metode pengerjaan yang menyimpang dari standar umum konstruksi pondasi pasangan batu:

* Dimensi Keterangan Pekerja:

Pekerja
menyebutkan lebar dinding pondasi adalah 30 cm dengan tinggi 50 cm Dan sudah ada lantai kerja.

* Pemasangan Tanpa Mortar Kental Awal: Susunan batu di lokasi terlihat dipasang tanpa dilekatkan terlebih dahulu dengan adukan semen dan pasir yang kental di sela-sela antar batu. Padahal, adukan kental (mortar) adalah kunci utama yang berfungsi sebagai perekat yang kuat untuk menciptakan satu kesatuan pondasi yang kokoh.

* Metode Pengisian yang Diragukan:

Pekerja menjelaskan bahwa celah-celah batu yang kosong tersebut akan diisi kemudian dengan adukan semen dan pasir yang encerkan (leleh).

“Dalam standar konstruksi pondasi, pasangan batu harus dilekatkan dengan mortar yang memiliki konsistensi kental agar daya ikat antar batu terjamin kuat dan padat. Metode pengisian celah dengan adukan yang terlalu encer (grouting) tanpa ada adukan kental sebagai perekat awal sangat berisiko:

“Adukan encer rentan memiliki kekuatan tekan yang jauh lebih rendah, mengurangi daya ikat struktural pondasi.

Cairan encer mungkin tidak mampu mengisi seluruh celah, terutama di bagian bawah, meninggalkan rongga udara yang membuat pondasi mudah retak dan tidak stabil.

Ketika awak media menanyakan pengawas pada pekerja.
“Pengawasnya lagi ke Cilacap mas tadi dan saya tidak ada nomor teleponnya,” kata seorang pekerja.

Ketiadaan mandor atau pengawas di lapangan awak media belum medapatkan keterang lebih lanjut. saat pekerjaan konstruksi vital berlangsung menunjukkan kelalaian serius dalam pengawasan mutu. Hal ini berpotensi membiarkan pengerjaan berlangsung tanpa koreksi teknis yang diperlukan, menjamin bahwa pekerjaan yang tidak sesuai standar tetap berjalan.

“Mendesak Intervensi Dinas Pertanian Cilacap
Masyarakat dan kelompok tani penerima manfaat mendesak Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap selaku Satuan Kerja untuk segera turun tangan. Harus ada penegasan kembali mengenai spesifikasi teknis yang berlaku, khususnya terkait dimensi pondasi trapesium (lebar bawah harus lebih besar dari lebar atas) dan standar penggunaan adukan kental (mortar) pada pasangan batu demi menjamin kualitas dan usia pakai JUTT.

Belum ada tanggapan dari pihak dinas dan kontraktor sehingga berita ini tayangkan untuk bisa di konfirmasi.

Tim”Red

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *