Viral !!, Limbah Diduga dari Pabrik Potong Ayam Dibuang Sembarangan, Air Sungai Berbusa dan Berbau Menyengat

Nasional14 Dilihat

MOJOKERTO – Sebuah video yang memperlihatkan aliran air berwarna keruh bercampur buih putih diduga kuat merupakan limbah pabrik pemotongan ayam kembali menjadi sorotan publik. Video yang diunggah oleh akun Facebook bernama **snu***dian*** ini menunjukkan air kotor mengalir deras dari pipa pembuangan langsung ke sungai, dan kini viral di media sosial.

Dalam unggahannya, pemilik akun juga menuliskan kritik tajam, “Limbah potong ayam di desa Watesnegoro dsn Glatik kec Ngoro kab Mojokerto semakin siippp. Tanpa ada teguran dr desa setempat. Pihak terkait yang dr lingkungan hidup???” Tulisan tersebut semakin memicu kemarahan dan keprihatinan warganet.

Lokasi kejadian berada di Dusun Glatik, RT 05 RW 02, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas air yang keluar memiliki tekstur berbusa dan warna yang tidak wajar, diduga merupakan sisa proses pemotongan hewan yang dibuang langsung ke badan air tanpa melalui pengolahan yang memadai.

Air yang mengalir tersebut terlihat menumpuk dan menyebar, menciptakan lapisan buih berbau. Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama namun baru kali ini menjadi perbincangan luas setelah terekam dalam video dan disebarkan ke dunia maya.

Warga Keluhkan bau menyengat unggahan tersebut pun langsung menuai ratusan tanggapan dan komentar dari warganet. Tidak hanya di media sosial, keluhan juga datang langsung dari warga sekitar yang merasakan dampaknya setiap hari.

Salah satu warga Dusun Glatik yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pembuangan, berinisial MW, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut.

“Kebetulan rumah saya dekat dengan aliran sungai, setiap hari baunya sangat menyengat. Sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan kami sehari-hari. Apalagi kalau angin bertiup, baunya sampai masuk ke dalam rumah,” ungkap MW saat ditemui di lokasi.

Lebih jauh, warga menjelaskan bahwa gangguan ini tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua rumah, melainkan hampir seluruh warga yang tinggal di bantaran sungai.

“Sepanjang aliran sungai yang dilewati semua pada merasa terganggu dengan adanya bau yang gak enak. Dari ke lima RT yang dilewati sungai semua pada bilang terganggu. Yang pasti semua pada ngerasa terganggu dengan adanya limbah yang dibuang kesungai, lokasi pabrik ya. Semua warga mengeluh dengan baunya,” jelas Warga Dusun Glatik.

Warga juga mengungkapkan kekhawatiran melihat intensitas aktivitas pabrik tersebut. “Sehari kadang sampai motong 5 truck,” tambahnya.

Volume limbah yang dihasilkan cukup besar. Warga juga mengaku khawatir akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia, serta kerusakan ekosistem sungai yang kemungkinan besar air sumur warga sudah tercemar limbah.

Minta Tindakan Tegas DLH Menanggapi hal ini, warga meminta agar instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, untuk segera turun langsung ke lokasi. Mereka berharap adanya pemeriksaan mendalam terkait kualitas air sungai dan sampel limbah yang dibuang tersebut.

Warga meminta pengelola untuk tidak lagi membuang limbah ke aliran sungai, kami warga tidak muluk-muluk kok bagaimana limbah tersebut tidak mengganggu,” pinta warga.

Mereka (warga) berharap pencemaran ini tidak terus berlanjut dan merusak lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi maupun tanggapan dari pihak pengelola pabrik maupun instansi terkait terkait sumber dan penanganan limbah tersebut. Warga berharap segera ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan lingkungan yang sudah mengganggu ini. (team pelangi/red).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *